Ribuan warga Majene padati Stadion Prasamya untuk Sholat Idul Fitri 1447 H. Bupati Andi Syukri ajak publik perkuat persaudaraan & bangun daerah.
Majene - Stadion Prasamya tidak pernah sepi. Tapi pagi itu beda. Bukan sorak-sorai suporter bola yang terdengar. Melainkan gema takbir yang menyusup ke sela-sela tribun.
Ribuan orang datang. Dari segala penjuru. Sejak matahari masih malu-malu menampakkan diri, stadion sudah penuh sesak. Putih. Bersih. Itulah pemandangan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Majene.
Bupati Majene, H. Andi Syukri Tammalele, ada di sana. Berbaur. Tidak ada sekat tebal antara pejabat dan rakyat. Di barisan depan, nampak pula unsur Forkopimda dan para tokoh masyarakat. Semuanya duduk bersimpuh di atas rumput yang tertutup sajadah.
Sholat berlangsung tertib. Khidmat. Udara pagi Majene yang segar menambah kekhusyukan. Imam memimpin dengan syahdu, disusul khutbah yang menyentuh hati. Intinya satu: persatuan.
Ramadan boleh berlalu, tapi kepedulian sosial harus jalan terus.
Bupati Andi Syukri nampak terharu melihat antusiasme warganya. Saat diberi kesempatan bicara, pesannya singkat namun bernas. Momentum kembali ke fitrah.
"Mari kita perkuat kebersamaan, saling memaafkan, dan terus bergandengan tangan dalam membangun Majene yang lebih baik," ujar Bupati di hadapan ribuan jamaah.
Begitu salam terakhir diucapkan, suasana pecah dalam kehangatan. Tidak ada lagi jarak. Jamaah saling bersalaman. Berpelukan. Itulah pemandangan paling mahal pagi itu: simbol toleransi yang masih sangat terjaga di Bumi Assamalewuang.
Petugas keamanan dan panitia nampak bernapas lega. Semuanya berjalan aman. Lancar. Tanpa hambatan berarti.
Idul Fitri di Stadion Prasamya bukan sekadar ritual setahun sekali. Ini adalah bukti bahwa masyarakat Majene adalah keluarga besar yang rukun.(*)



Komentar