SDN 3 Tinambung Pamboang Terapkan Sabtu Membaca Dan Belajar Membuat Kerajinan Tangan


Majene, Nuansasulbarnews  - Belajar kerajinan tangan dan membaca diakhir pekan SDN 3 Tinambung Pamboang belajar diluar kelas agar tidak menimbulkan rasa bosan dalam ruangan tertutup.

Kepala Sekolah, SD Negeri No 3 Tinambung, Wahda Sudarmi. Saat ditemui Lapan6Online.com, pada Sabtu (08/11/2025) menyampaikan bahwa,”Belajar di ruang tertutup dan ruang terbuka adalah lingkungan, atau metode, dan dampak psikologis. Ruang tertutup menawarkan struktur yang lebih terkontrol dan minim gangguan, cocok untuk pembelajaran yang membutuhkan fokus mendalam atau pengajaran eksplisit, namun bisa terasa monoton,” jelas Ramliah.

 Ia menambahkan,”Sebaliknya, ruang terbuka menawarkan kebebasan, stimulasi visual dan sensorik yang lebih beragam, mendorong kreativitas dan pengalaman langsung, tetapi dapat terganggu oleh kebisingan dan memerlukan perencanaan ekstra karena kurangnya sumber daya yang terstandarisasi,” tambahnya.

EDUKASI

Ruang tertutup menawarkan struktur yang lebih terkontrol dan minim gangguan, cocok untuk pembelajaran yang membutuhkan fokus mendalam atau pengajaran eksplisit, namun bisa terasa monoton,”

Ruang Tertutup

Lingkungan : Ruangan yang dikelilingi dinding dan struktur, dengan sedikit bukaan. Dampak

Kelebihan : Lingkungan yang lebih tenang dan terstruktur, meminimalkan gangguan, ideal untuk pelajaran yang memerlukan konsentrasi tinggi seperti pengajaran eksplisit dan diskusi.

Kekurangan : Bisa terasa monoton dan membatasi pandangan, berpotensi mengurangi minat dan kreativitas siswa.

Fleksibilitas : Kurang fleksibel dalam bergerak dan belajar, karena umumnya terikat pada meja dan kursi. 

 Ruang Terbuka

Lingkungan : Ruangan dengan banyak bukaan, seringkali di alam bebas. Dampak

Kelebihan : Meningkatkan minat dan kreativitas, menawarkan pengalaman belajar yang lebih nyata dan beragam, serta membuat siswa lebih nyaman dan fokus pada lingkungan sekitarnya.

Kekurangan : Terkena dampak faktor eksternal seperti kebisingan dari aktivitas lain, yang dapat mengganggu konsentrasi dan pemahaman siswa.

Fleksibilitas : Lebih fleksibel dan memungkinkan siswa untuk bergerak dan belajar sesuai dengan kenyamanan mereka, bahkan sambil berdiri atau berbaring.

Kesimpulan

Penting untuk menggabungkan kedua metode ini agar siswa mendapatkan manfaat maksimal. Belajar di ruang tertutup bisa menjadi pilihan untuk konsep yang kompleks, sementara ruang terbuka dapat digunakan untuk mengilustrasikan konsep secara praktis dan membangun kreativitas. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penampakan Ular Sepanjang 7 Meter di Salu Pepakkang, Desa Salutambung Resahkan Warga.

Bupati Majene Raih Gelar Doktor, Komitmen Terus Tingkatkan Pelayanan Publik

Tidak Lagi dari APBD! Gaji PPPK Paruh Waktu Kini Bisa Dapat dari BOS dan Kapitasi, Ini Aturannya!