Bupati Polman H.Samsul Mahmud, Tinjau Lokasi Banjir di Desa Kenje dan Lapeo, Didampingi Tokoh Pemuda Pemerhati Desa

 

Polewali Mandar, 30 November 2025  — Bupati Polewali Mandar, H. Syamsul Mahmud, melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak banjir di Desa Kenje dan Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Minggu (30/11). Kunjungan ini merupakan respons atas bencana banjir yang kembali melanda wilayah tersebut akibat curah hujan tinggi yang mengguyur dalam waktu singkat.

Banjir yang terjadi telah merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Fenomena ini menjadi momok tahunan yang meresahkan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah rawan seperti Kenje dan Lapeo.



Peninjauan ini dipandu Sarli Ali bersama Paisal Tokoh pemuda pemerhati desa yang selama ini aktif menyuarakan persoalan banjir di daerahnya. Dedikasi Sarli Ali terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Kenje menjadi pemicu utama perhatian pemerintah daerah terhadap permasalahan ini.

Bupati Syamsul Mahmud hadir bersama rombongan yang terdiri dari Sarli Ali, Paisal—tokoh pemuda Desa Kenje—serta perwakilan dari dinas terkait. Fokus utama peninjauan adalah Sungai Laliko, yang selama ini diidentifikasi sebagai jalur utama masuknya air ke wilayah permukiman saat hujan deras melanda.



“Peninjauan ke Sungai Laliko yang menjadi pengantar banjir di Desa Kenje dan Lapeo dipantau langsung oleh Bapak Bupati Polman Syamsul Mahmud, bersama dinas terkait dan masyarakat setempat,” ujar salah satu warga yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WITA ini bertujuan untuk menilai langsung kondisi sungai dan infrastruktur pengendali banjir. Pemerintah daerah berencana segera merumuskan langkah-langkah strategis, seperti normalisasi sungai, perbaikan tanggul, serta pembangunan sistem drainase yang lebih baik.

Kehadiran Bupati di tengah masyarakat menjadi sinyal kuat atas komitmen Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam menangani persoalan banjir yang telah berlangsung bertahun-tahun. Warga berharap, peninjauan ini bukan sekadar simbolis, melainkan awal dari aksi nyata untuk mengakhiri derita banjir yang terus menghantui mereka setiap musim hujan.

***(Andi nurdin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penampakan Ular Sepanjang 7 Meter di Salu Pepakkang, Desa Salutambung Resahkan Warga.

Bupati Majene Raih Gelar Doktor, Komitmen Terus Tingkatkan Pelayanan Publik

Tidak Lagi dari APBD! Gaji PPPK Paruh Waktu Kini Bisa Dapat dari BOS dan Kapitasi, Ini Aturannya!